Sabtu, 18 Oktober 2014

Cerita Lucu

Bejo : mak..... emak sakit ya???
Emak : iya jo...
Bejo : hmm...kita ke dokter yuk...
Emak : mau bayar pake apa'an....kan duit kita udah tipis jo..
Uhukk...uhukk
Bejo : kita jual si tole(kambing) aja mak..
Emak : tapi kan tuh kambing kesayangan elu....
Bejo : kan bejo lbh sayang emak...
Emak : terserah elu aja dah...
Bejo : ya udah..bejo jual ke pasar ya mak...
Emak : iye...inget ya jo...tuh kmbing bandot..lu jual jutaan...
Jangan mau kalo ditawar murah..sayang....
Bejo : iya mak..bejo juga tau...kn bejo dah capek2 ngerawat...
Kalo gitu bejo pamit ya mak...
#berangkat jual kambing

Tak lama kemudian

bejo : mak...kambing kita laku..jutaan...
Emak : alhamdulillah....
Bejo : pertamanya dia cuma nawar 500rb mak..
Ihh enak aja...kambingnya ditawar murah bnget...kagak bejo kasih...
Emak : bagus tuh jo..emang pembeli jman sekarang maunya murah mulu'...terus... Lu jawab apa wktu dia nawar gitu...
Bejo : bejo bilang...pesan emak kambingnya mesti dihargai jutaan pak...
Gitu mak...
Alhamdulillah....setelah mikir lama...
Akhirnya dia mau juga....harga jutaan..
Bejo : Memang berapa jo dia beli tuh kambing???berapa juta???
Bejo : setengah juta mak...
Hebat kan...sesuai pesan emak..jutaan...gimana???puas mak???
Emak : #*@?&@#*-+???
# semaput dadakan

Tips pencegahan, pengobatan dan perawatan burung kicau sakit



Mencegah burung jadi sakit, jauh lebih baik daripada mengobati burung yang sakit. Hobi burung yang menyenangkan kadang kala membuat penghobi burung jadi stres apabila burung kesayangannya sakit, apalagi akhirnya berujung pada kematian (mati).
 

Beberapa tanda dan gejala burung sakit

  • Nafsu makan burung menurun.
  • Burung banyak minum.
  • Burung selalu mengantuk, mata burung sayu.
  • Kotoran burung cair.
  • Bulu burung kusam, kusut dan mengembang.
  • Sayap burung terkulai.
  • Burung gemetar dan berdiri tidak seimbang.
  • Nafas burung tidak teratur, paruh sering terbuka seperti kepanasan.
  • Gerak burung tidak lincah dan burung banyak diam.
  • Bulu kepala burung jingrak.
  • Banyak kotoran yang menempel di bulu disekitar kloaka burung.
  • Dan lainnya
Ada banyak jenis penyakit yang sering menyerang burung, seperti snot, pilek, suara serak, sesak nafas, berak kapur, berak hijau, mencret, luka, infeksi luka, burung lesu, burung kurus, ngantuk, tidak nafsu makan, nafsu makan menurun, lumpuh, gejala seperti sakit ayan atau tetelo, dan penyakit lainnya yang disebabkan oleh bakteri gram positip (+) dan bakteri gram negatif (-).
 
Salah satu kunci utama perawatan burung adalah KONSISTENSI. Ada beberapa hal penting yang harus selalu diperhatikan oleh penghobi burung untuk membuat burung tetap sehat dan mencegah penyakit hinggap bersarang di tubuh burung.

Penyakit Burung
Bakteri Burung
 
 
HAL PENTING TERSEBUT ADALAH:
 

1. SELALU PERHATIKAN KEBERSIHAN SANGKAR BURUNG.

 
Lantai Sangkar
 
Sebaiknya, kandang burung (sangkar burung) dibersihkan secara rutin setiap pagi. Alas sangkar/lantai kandang yang kotor disikat dan dicuci bersih dengan deterjen, kemudian di jemur 15-30 menit di bawah terik matahari.

Agar lebih baik dan aman, semua ornamen kandang burung/sangkar burung, disemprotkan
disinfektan dengan dosis yang tepat. Disinfektan berfungsi membunuh bakteri, kuman penyakit, parasit, jamur, kutu dan virus (
Virus flu burung/virus AI dan lainnya) yang merugikan kesehatan burung.
 
 

2. JEMUR BURUNG MINIMAL 15 MENIT, RUTIN SETIAP PAGI.

 
Jemur Burung
 
Mau burung selalu sehat? Menjemur burung secara rutin dan konsisten adalah salah satu cara membuat burung tetap sehat. Burung wajib dijemur minimal 15 menit setiap pagi. Waktu penjemuran burung terbaik mulai jam 07.00-10.00, kehangatan pagi dan sinar UV dari penjemuran tersebut sangat membantu tubuh burung untuk mengekstrak Pro Vitamin D3 yang ada di tubuh burung menjadi Vitamin D3.
 
Sinar UV, Alpha, Gamma, Beta, Theta dan lainnya sangat diperlukan tubuh burung untuk membentuk dan memproduksi hormon-hormon vital. Contoh hormon vital tersebut antara lain adalah hormon pertumbuhan dan hormon reproduksi.
 
Disamping sebagai kebutuhan dasar biologis dan kebutuhan fisik, penjemuran atau menjemur burung juga berdampak besar terhadap psikologis burung.
 
 

3. BERIKAN MAKANAN DAN NUTRISI YANG TEPAT, SEIMBANG DAN BERKUALITAS BAIK.

 
Voer
Jangkrik
Kroto
Ulat Hongkong
Belalang
Ulat Bambu
Pisang Kepok
Pepaya
Pir
Alpukat
Apel Merah
Tomat

Salah satu sumber penyakit pada semua makhluk hidup adalah makanan yang di konsumsi. Begitu juga dengan burung yang sangat tergantung kepada makanan yang selalu kita berikan. Disini, kita memang dituntut harus mengetahui dan paham tentang fisiologis burung yang kita rawat dan yang kita pelihara.
 
Berikan makanan dengan kandungan (komposisi) lengkap yang sudah teruji cocok untuk burung. Cocok disini bukan berarti burung suka dan melahap habis makanan yang kita berikan. Maksudnya adalah cocok dengan sistem metabolisme burung.
 
Kandungan (komposisi) nutrisi dari makanan tersebut harus memenuhi semua kebutuhan burung. Selalu lakukan evaluasi dan pengamatan secara langsung setiap habis pemberian makanan kepada burung.
 
Jangan pernah ber-eksperimen dengan makanan burung apabila anda belum paham fisiologi burung. Sebagai contoh, sistem metabolisme burung pemakan serangga sangat berbeda dengan sistem metabolisme burung pemakan buah.
 
 

4. BERIKAN SUPLEMEN VITAMIN MINERAL YANG BERKUALITAS BAIK SECARA RUTIN DAN BERKALA.

 
Smart SUPERVIT isi 10ml harga 25rb
Ongkos Kirim 20rb-25rb
 
Untuk apa pemberian suplemen Vitamin, Mineral dan Asam Amino untuk burung yang kita pelihara? Apakah kandungan makanan yang kita selama ini kita berikan belum cukup untuk memenuhi nutrisi yang dibutuhkan burung?
 
Pertanyaan ini sangat sering di pertanyakan oleh penghobi burung. Suplemen yang dimaksudkan disini adalah tambahan makanan yang tidak terdapat pada makanan sehari-hari yang kita berikan.

Sebenarnya, suplemen Vitamin, Mineral, Asam Amino Esensial dan suplemen lainnya, itu TIDAK BEGITU PENTING UNTUK BURUNG dan TIDAK DIBUTUHKAN BURUNG, selama kita bisa memberi burung yang kita pelihara dengan NUTRISI yang tepat dan seimbang, serta pola perawatan yang baik.
 
Di alam bebas, burung tidak butuh suplemen apapun, karena semua nutrisi atau kebutuhan dasarnya untuk nutrisi sudah di sediakan oleh alam.

Pemberian suplemen Vitamin, Mineral, Asam Amino Esensial dan suplemen lainnya, wajib kita berikan ke burung, apabila kita TIDAK MAMPU mencukupi kebutuhan dasar burung akan untuk nutrisi standarnya sesuai
AKG (Angka Kecukupan Gizi) dan RDA (Recommended Dietary Allowences)
pada masing-masing burung.
 
Jadi, apabila kita bisa dan mampu memberikan nutrisi yang tepat, cukup dan seimbang sesuai AKG (Angka Kecukupan Gizi) dan RDA (Recommended Dietary Allowences) pada masing-masing burung, maka LUPAKAN DAN ABAIKAN SEMUA SUPLEMEN UNTUK BURUNG.

Suplemen adalah makanan atau nutrisi tambahan, seperti Vitamin (Multivitamin), Mineral (Multimineral) dan Asam Amino yang mutlak dibutuhkan untuk menjaga tubuh burung agar selalu prima.

Berikan Vitamin, Mineral dan Asam Amino yang sudah diramu dan diracik khusus untuk burung. Berikan secara rutin dan terjadwal (berkala). Dosis atau takaran pemberiannya juga harus tepat. Selalu perhatikan tata cara penggunaannya. Karena pemberian suplemen Vitamin, Mineral, Asam Amino Esensial dan suplemen lainnya, harus sesuai dosis dan aturan yang jelas. Pemberian dengan dosis yang berlebih, akan berdampak buruk bagi kesehatan burung.

Suplemen (vitamin dan mineral) sangat dibutuhkan tubuh burung dalam masa pertumbuhan, penyembuhan sakit, masa burung mabung, bertelur, meningkatkan daya tahan tubuh di musim pancaroba dan lain-lain.
 

5. HINDARI BURUNG MENJADI STRES.

 
Punglor Kembang
 
Umumnya stres pada burung adalah stres psikologis yang dapat mengganggu semua sistem yang ada di tubuh burung. Banyak hal yang dapat menyebabkan burung jadi stres, antara lain: penempatan burung yang membuat burung menjadi merasa tidak aman, ketenangan dan kenyamanan burung terganggu, situasi lingkungan burung dan lain-lain. Burung yang mengidap stres psikologis akan sulit sekali menjadi normal kembali.
 

6. BERI OBAT YANG TEPAT SESUAI PENYAKIT BURUNG.

 

Apabila burung sudah terlanjur sakit atau terjangkit penyakit, jangan panik. Tempatkan burung yang sakit ditempat yang hangat dan hindari dari angin yang menerpa secara langsung.
 
Kenali dan diagnosa apa jenis penyakit burung tersebut, seperti sakit snot, pilek, suara burung serak, burung sesak nafas, berak kapur, berak hijau, mencret, luka, infeksi luka, burung lesu, burung kurus, ngantuk, burung tidak nafsu makan, nafsu makan burung menurun, burung lumpuh, burung seperti sakit ayan atau sakit tetelo, dan penyakit burung lainnya. Mendiagnosa gejala awal atau mengenali penyakit burung ini menjadi sangat penting untuk memudahkan pemberian obat yang tepat untuk burung.
 
Konsultasikan penyakit burung tersebut dengan orang yang benar-benar paham tentang penyakit burung, supaya mendapatkan rekomendasi obat burung yang cocok dan tepat untuk mengobati burung sakit tersebut.
 
Segera obati burung dengan obat burung yang tepat, unsur obat burung umumnya berasal dari antibiotik. Penggunaan obat antibiotik harus tepat, dosis yang benar, penggunaan antibiotik yang salah akan berpotensi menyebabkan efek resistan atau kebal di tubuh burung. Jangan  pernah ber-eksperimen dengan obat burung, apabila  tidak paham tentang kandungan obat burung dan efeknya terhadap burung.

INTERAKSI MANUSIA DAN KOMPUTER


Apakah yang dimaksud dengan interaksi manusia dan computer atau lebih dikenal dengan Human computer interaction adalah disiplin ilmu yang berhubungan dengan perancangan, evaluasi, & implementasi sistem komputer interaktif untuk digunakan oleh manusia.
Oleh Baecker dan Buxton [dalam PRE94] HCI ini didefinisikan sebagai “set of processes, dialogues, and actions through -which a human user employs and interacts with computer“. ACM-SGCHI [dalam PRE94] lebih jauh menuliskan definisi tentang HCI sebagai berikut:
  • human-computer interaction is a discipline concerned with the design, evaluation and implementation of interactive computing system for human use and with the study of major phenomena surrounding them
dalam berinteraksi dengan komputer, para pemakai akan berhadapan dengan perangkat keras komputer. Untuk sampai pada isi yang ingin disampaikan oleh perangkat lunak, pemakai dihadapkan terlebih dahulu dengan seperangkat alat seperti papan ketik (keyboard), monitor, mouse, joystick, dan lain-lain. Selanjutnya, pemakai akan berhadapan dengan macam-macam tampilan menu, macam-macam perintah yang terdiri dari kata atau kata-kata yang harus diketikkannya, misalnya save, copy, delete, atau macam-macam ikon.

Sejarah interaksi manusia dan komputer
  • Komputer pertama kali diperkenalkan secara komersial pada tahun 50-an, mesin ini sangat sulit dipakai dan tidak praktis. Disebabkan karena komputer merupakan mesin yang sangat mahal dan besar, hanya dipakai di kalangan tertentu, misalnya para ilmuwan /ahli-ahli teknik.
  • komputer pribadi (PC) diperkenalkan pada tahun 70-an, Dengan ini prkembangan penggunaan teknologi ini secara cepat dan mengagumkan ke berbagai penjuru kehidupan (pendidikan, perdagangan, pertahanan, perusahaan, dan sebagainya). Kemajuan-kemajuan teknologi tersebut mempengaruhi juga rancangan sistem. Sistem rancangan dituntut harus bisa memenuhi kebutuhan pemakai, sistem harus mempunyai kecocokan dengan kebutuhan pemakai atau suatu sistem yang dirancang harus berorientasi kepada pemakai. Pada awal tahun 70-an ini, juga mulai muncul isu teknik antarmuka pemakai (user interface) yang diketahui sebagai Man-Machine Interaction (MMI) atau Interaksi Manusia-Mesin.
  • Para peneliti akademis mengatakan suatu rancangan sistem yang berorientasi kepada pemakai, yang memperhatikan kapabilitas dan kelemahan pemakai ataupun sistem (komputer) akan memberi kontribusi kepada interaksi manusia-komputer yang lebih baik. Maka pada pertengahan tahun 80-an diperkenalkan istilah Human-Computer Interaction (HCI) atau Interaksi Manusia-Komputer.
Evolusi Antarmuka bisa dijabarkan sebagai berikut :
  • Tahun 50an – Antarmuka pada level hardware untuk teknik (ex. switch panel)
  • Tahun 60-70an – Antarmuka pada level pemrograman (ex. COBOL, FORTRAN)
  • Tahun 70-90an – Antarmuka pada level instruksi
  • Tahun 80an – Antarmuka pada level dialog interaksi (ex. GUI, Multimedia)
  • Tahun 90an – Antarmuka pada level lingkungan kerja (ex. Sistem Network, Groupware)
  • Tahun 00an – Antarmuka berkembang dengan luas (ex. mobile device, interactive screen