Keuntungan :
1. Masa Depan Software Terjamin
Open Source Software
(OSS) tidak bergantung pada pembuatnya / programmer atau pada perusahaan
asalnya. Ini bertentangan dengan konsep pada aplikasi proprietary
dimana bila programmer tersebut berhenti atau perusahaan gulung tikar,
maka kelangsungan aplikasi tersebut berhenti. Hal tersebut sangat
merugikan konsumen karena mereka kehilangan dukungan atas aplikasi yang
telah mereka bayar. Dalam OSS, kode sumber dimiliki oleh banyak orang
dan masing-masing dapat melakukan modifikasi dan peningkatan tanpa perlu
bergantung pada programmer atau perusahaan asal.
2.Modal Hemat
Bagi
perusahaan yang ingin memproduksi suatu produk aplikasi, mereka dapat
memanfaatkan OSS sebagai modal awal dalam pengembangannya. Hal ini
menghindari development-from-scratch yang berarti efisiensi waktu,
tenaga, dan biaya. Para Merchandizer pun merasakan manfaatnya melalui
ringannya biaya lisensi. Bahkan tidak semua OSS memerlukan biaya lisensi
bila akan dipergunakan untuk kebutuhan komersial. Ini bergantung pada
lisensi yang melekat pada OSS tersebut.
3. Menekan Biaya Promosi
Konsep
OSS yang gratis dan bebas didistribusikan akan sangat membantu promosi.
Sebuah produk OSS yang berkualitas akan dicari dan setiap orang yang
telah memilikinya dapat mendistribusikan. Ini berarti produk akan
"mengedarkan dirinya sendiri" melalui proses peer-to-peer. Setiap orang
dapat mencoba dan menilai sendiri dengan mengeluarkan biaya rendah.
4. Kualitas dan Kinerja OSS Terus Berkembang
Dengan
hasil pola pengembangan OSS peer-review, kualitas dan kinerja OSS
selalu dapat ditingkatkan. OSS didukung oleh banyak komunitas pemerhati
dan pengembang di seluruh penjuru dunia dan juga bisnis OSS tidak perlu
bertanggung jawab sepenuhnya terhadap biaya kerja mereka. Para komunitas
pengembang biasanya bekerja sukarela dan menerima donasi dari siapa
saja. Hasil kerja mereka dapat menjadi masukan bagi siapa saja dan
bisnis OSS siap memanfaatkannya.
5. Lokalisasi
OSS dapat
dimodifikasi agar sesuai dengan kondisi lingkungan tertentu. Misalnya
Linux yang ditranslasikan bahasa antar mukanya ke dalam bahasa tertentu
sesuai dengan tempat distribusi seperti distro IGOS. Dengan adanya
proses lokalisasi, OSS akan semakin mudah diterima oleh masyarakat.
Dalam bisnis proses ini boleh dikerjakan boleh tidak. Namun bila
dilakukan tentunya menambah nilai jual produk yang dibuat.
Kekurangan :
1. OSS Berpotensi Menjadi Tidak Aman
Walaupun
kualitas OSS terus meningkat berkat berbagai kontribusi namun bukan
berarti tidak akan ada masalah sama sekali. Tidak semua kode sumber yang
terbuka dimanfaatkan untuk keperluan yang baik. Kode sumber terbuka
dapat dimanfaatkan untuk mencari celah keamanan dan kelemahan dari OSS
tersebut dengan berbagai tujuan seperti merusak reputasi dan menjatuhkan
nilai jual OSS.
2. Persaingan Ketat
Aplikasi proprietary
dapat melakukan monopoli terdapat suatu pasar aplikasi dan ini tidak
akan terjadi di dunia OSS. Ditambah dengan adanya kode sumber yang bisa
dimiliki siapa pun, akibatnya banyak peluang untuk menekuni bidang usaha
dan model bisnis yang sama dan memunculkan banyak kompetitor. Sehingga
untuk memasuki dunia bisnis OSS dibutuhkan kemampuan yang mencukupi agar
tidak menjadi korban dalam persaingan tersebut. Apalagi bila OSS yang
menjadi komoditi sudah memiliki skala global, ini berarti pelaku bisnis
lokal juga akan bersaing dengan seluruh kompetitor dalam model bisnis
yang sama di dunia. Namun di sisi lain ini akan menciptakan suasana
kompetitif yang dapat mengakibatkan peningkatan kualitas produk.
3. Konsumen terbatas
Hampir
seluruh model bisnis Open Source yang telah disebutkan di atas memiliki
konsumen terbatas pada pengguna OSS yang telah mengerti manfaat dan
nilai guna serta nilai jual dari OSS saja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar